Langsung ke konten utama

Perempuan Kuat

Untuk Mba Nita,
Perempuan mandiri, kuat, keren, penyayang, tulus.

Mba Nita, mungkin kita ga pernah ngobrol sedekat itu, atau aku yang kurang terbuka ya Mba. Maaf ya Mba sebelumnya, Aku hanya gak terbiasa menceritakan hal2 yang berkaitan denganku masalahku ke keluarga. Mba Nita udah aku anggap keluargaku kakakku yang aku sayang, tapi aku gak pernah ngerti cara menyayangi seorang kakak itu seperti apa.

Puspa sesayang itu sama Mba Nita, sempat terpikir segala hal yang Mba laluin dan alamin, kalo aku yg ngalamin pasti aku udah nyerah Mba. Tapi Mba Nita keren banget bisa laluin dan terus berusaha buat ikhlas dan jalanin dengan kuat. Aku salutt dan bangga banget sama Mba.

Walaupun hubungan aku dan adik Mba gak berjalan lagi, setidaknya ada rasa syukur aku bisa kenal Mba Nita dan belajar banyak juga dari Mba how to being a strong n independent women.

Mungkin Mba udah denger cerita-cerita dari adik Mba yah kabar aku sekarang dan anggap saja itu benar adanya, tapi Mba pasti ngerti ada sebab ada akibat. Aku gak akan mengiyakan keputusannya kalo aku ga meyakini diri aku, ada beberapa hal yang gak bisa aku ceritakan Mba, anggap saja ini salah kami berdua.

Disaat aku dilemahkan aku selalu mencari hal yang buat aku kuat, sekecil punya temen yang mau mendengarkan tanpa menekan.

Saat ini aku udah berhasil Mba, menemukan kekuatan aku, kemampuan aku, diri aku, yang dulu sempat terpecah pecah. Sisi demi sisi aku kumpulkan lagi, walaupun dengan resiko kehilangannya. Tapi aku gak menyesali itu semua Mba

Kalau aku gak mengalami hal-hal kemarin, mungkin aku tidak jadi seperti sekarang ini, sekuat ini, seberusaha ini untuk berdiri sendiri.

Aku belajar dari Mba Nita, sebaik apapun usaha aku buat tetap mempertahankan kalau kehendak Tuhan tidak seperti itu apalah bisa ku hanya menerima dan menjalaninya aja.

Tapi dibalik rasa sakit itu ternyata aku dikasi hadiah yang gak pernah aku duga dan bikin aku buat kembali bersyukur. Di saat aku udah hampir mau hilang harapan. Sampai saat ini akupun masih bersyukur kalo mengingat kesempatan dan kebahagiaan yang Tuhan kasih.

Terima kasih ya Mba, sudah kuat dan ikhlas jalanin semuanya. Mba gak sendirian, Mba Nita masih punya aku, keluarga, dan teman yang tulus dan menyayangi Mba sampai kapanpun.

Juga,
Terima kasih untuk segala hal baik yang Mba berikan dan tunjukkan ke aku, puspa sayang sama Mba Nita ♡

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

?

mungkin 1 - 2 tahun yang lalu saya terus bertanya-tanya kenapa semua ini harus terjadi dan kenapa harus saya yang mengalami? kenapa untuk hidup saya harus dipukul segininya? kenapa saya gak bisa punya orang tua yang show off kasih sayang ke anaknya? dan kenapa ayah saya malah melecehkan saya?  lalu, kenapa untuk mendapatkan sesuatu harus menyakiti orang lain dulu? tuhan sayang gak sih sama makhluk ciptaannya? dan satu persatu pertanyaan-pertanyaan itu harus saya jawab (sendiri) entah tuhan yang jengah melihat saya terus bertanya-tanya dan akhirnya saya langsung dihadapkan sendiri dengan peristiwa yang saya pertanyakan. "nih biar lo bisa mikir kenapa silahkan simpulin sendiri" ya, pada akhirnya saya harus menderita, sakit, dipukul, diinjak dulu jika saya menginginkan jawaban.  beliau mungkin mau nunjukkin kalau saya itu kuat atas semua kesakitan yang dia kasih. atau dia mau ngetest saya ya? kalau mau ngetes jangan lama-lama dong tuhan, saya cuma manusia saya bisa capek saya ju...

KataKan-A

  Semenjak peristiwa itu, mimpi bagiku hanyalah sebuah khayalan belaka, tidak menarik, membosankan, tidak akan pernah terwujud. Aku menjalani hidup mengikuti arah angin yang membawaku pergi, mungkin bisa dikatakan aku manusia tanpa harapan. Konyol banget. Hari demi hari berpergian tanpa kompas dan tanpa validasi yang cukup, sedikit membuatku mengerti arti hidup yang sebenarnya. Dulu, aku beranggapan manusia hidup tujuannya adalah untuk mati. Aku salah, seiring perjalanan yang sudah aku tempuh sejauh ini, ternyata arti hidup lebih dari itu, beraneka ragam, ada banyak pilihan, kamu cukup memilih 1 atau 2 arti dan kamu dapat hidup bahagia dengan itu. Kamu yang harus memilih, bukan orang tua, bukan teman, bukan saudara, bukan pacar, apalagi abang-abang burger. Mereka hanya berperan sebagai tour guide kamu di dunia, tour guide kamu menjalani kehidupan yang kamu inginkan. Tetap kamu yang harus memilih. Masih banyak perjalanan yang harus ku lakukan. Perjalanan untuk menemukan apa yang a...

23rd

Menjadi dewasa tanpa figure orang tua sangat amat susah dan berat untuk melangkah sendiri, bangun sendiri, jatuh sendiri.   Menurutku dewasa adalah masa di mana kamu harus menerima dan mengikhlaskan segala hal yang tidak sesuai keinginan. Apalagi dunia tidak selamanya baik sama kamu, hal-hal baik gak selamanya kembali ke kamu itu akan baik juga. Just let go kalo gak sesuai harapan kamu, kalau pertanyaan-pertanyaan itu terus di menari-nari di atas kepala, you can’t go anywhere.   Ya I am still learning how to make a better life for me. I am learning from my friends perspective, my partner too, and even from strangers I can learn something about life. Sometimes good and maybe bad, its life right?.   But someone said, “parents its your first school”. Ya mungkin emang di beberapa orang terjadinya seperti itu, but I never get good learning from my first school. Lalu saya gak harus mengikuti hal yang menurut saya itu tidak baik kan?. Because my body is my responsi...