Semenjak peristiwa itu, mimpi bagiku hanyalah sebuah khayalan belaka, tidak
menarik, membosankan, tidak akan pernah terwujud. Aku menjalani hidup mengikuti
arah angin yang membawaku pergi, mungkin bisa dikatakan aku manusia tanpa
harapan. Konyol banget. Hari demi hari berpergian tanpa kompas dan tanpa
validasi yang cukup, sedikit membuatku mengerti arti hidup yang sebenarnya.
Dulu, aku beranggapan manusia hidup tujuannya adalah untuk mati. Aku salah,
seiring perjalanan yang sudah aku tempuh sejauh ini, ternyata arti hidup lebih
dari itu, beraneka ragam, ada banyak pilihan, kamu cukup memilih 1 atau 2 arti
dan kamu dapat hidup bahagia dengan itu. Kamu yang harus memilih, bukan orang
tua, bukan teman, bukan saudara, bukan pacar, apalagi abang-abang burger. Mereka
hanya berperan sebagai tour guide kamu di dunia, tour guide kamu menjalani
kehidupan yang kamu inginkan. Tetap kamu yang harus memilih.
Masih banyak perjalanan yang harus ku lakukan. Perjalanan untuk menemukan
apa yang aku inginkan, perjalanan menemukan diriku sendiri. Dunia itu satu dari
jutaan hal fana di kehidupan, banyak tipu daya, banyak yang terjebak akan
kenikmatannya. Kana adalah bunga. Diharapkan ia akan membahagiakan orang lain
akan kehadirannya, walaupun hanya sementara. Karena bunga pun akan tetap layu
dan gugur pada waktu tertentu, itu titik terlemahnya dia. Ketika itu terjadi ia
butuh orang lain untuk merawatnya agar tetap hidup dan bermekaran lagi.
Sekarang bunga ini belum cukup matang untuk mekar dan menjadi sebuah bunga
yang indah. Masih banyak prosesnya. Kini kana telah memilih untuk siapa dan
kapan ia akan berbunga. Untuk orang-orang yang disayanginya ia akan menghibur
di waktu yang tepat, dengan kehadirannya tentu saja akan membawa kebahagiaan
untuk mereka.
Kini Kana punya mimpi yang harus ia capai. Kana ingin sebuah rumah, rumah
yang teduh, rumah yang nyaman, rumah yang penuh kedamaian, rumah yang membuat
ia merasa aman didalamnya. Sekarang ia belum menemukannya, tapi nanti, dan itu
pasti akan terjadi. Kana senang banyak yang menyayanginya walaupun ia baru
sadar akhir-akhir ini. Kana sadar Kana membutuhkan orang lain untuk berbagi,
tentang apapun. Untuk menjadi bunga yang indah tentu saja Kana harus berbagi
cerita, supaya tidak menjadi beban, setidaknya Kana tahu bahwa
ia tidak sendirian.
Seringkali kita menganggap diri ini kuat menghadapinya sendirian, padahal
belum tentu. Kita tetap butuh bantuan orang lain untuk sekedar menemani atau
untuk membantu memberikan solusi atas masalah kita. Satu hal pasti yang perlu
kita lakukan ialah untuk tetap tumbuh, segimanapun sulitnya keadaan pasti ada
satu hal yang akan datang sebagai penawar untuk luka yang telah kita miliki.
Komentar
Posting Komentar