Langsung ke konten utama

KataKan-A

 

Semenjak peristiwa itu, mimpi bagiku hanyalah sebuah khayalan belaka, tidak menarik, membosankan, tidak akan pernah terwujud. Aku menjalani hidup mengikuti arah angin yang membawaku pergi, mungkin bisa dikatakan aku manusia tanpa harapan. Konyol banget. Hari demi hari berpergian tanpa kompas dan tanpa validasi yang cukup, sedikit membuatku mengerti arti hidup yang sebenarnya. Dulu, aku beranggapan manusia hidup tujuannya adalah untuk mati. Aku salah, seiring perjalanan yang sudah aku tempuh sejauh ini, ternyata arti hidup lebih dari itu, beraneka ragam, ada banyak pilihan, kamu cukup memilih 1 atau 2 arti dan kamu dapat hidup bahagia dengan itu. Kamu yang harus memilih, bukan orang tua, bukan teman, bukan saudara, bukan pacar, apalagi abang-abang burger. Mereka hanya berperan sebagai tour guide kamu di dunia, tour guide kamu menjalani kehidupan yang kamu inginkan. Tetap kamu yang harus memilih.

Masih banyak perjalanan yang harus ku lakukan. Perjalanan untuk menemukan apa yang aku inginkan, perjalanan menemukan diriku sendiri. Dunia itu satu dari jutaan hal fana di kehidupan, banyak tipu daya, banyak yang terjebak akan kenikmatannya. Kana adalah bunga. Diharapkan ia akan membahagiakan orang lain akan kehadirannya, walaupun hanya sementara. Karena bunga pun akan tetap layu dan gugur pada waktu tertentu, itu titik terlemahnya dia. Ketika itu terjadi ia butuh orang lain untuk merawatnya agar tetap hidup dan bermekaran lagi.

Sekarang bunga ini belum cukup matang untuk mekar dan menjadi sebuah bunga yang indah. Masih banyak prosesnya. Kini kana telah memilih untuk siapa dan kapan ia akan berbunga. Untuk orang-orang yang disayanginya ia akan menghibur di waktu yang tepat, dengan kehadirannya tentu saja akan membawa kebahagiaan untuk mereka.

Kini Kana punya mimpi yang harus ia capai. Kana ingin sebuah rumah, rumah yang teduh, rumah yang nyaman, rumah yang penuh kedamaian, rumah yang membuat ia merasa aman didalamnya. Sekarang ia belum menemukannya, tapi nanti, dan itu pasti akan terjadi. Kana senang banyak yang menyayanginya walaupun ia baru sadar akhir-akhir ini. Kana sadar Kana membutuhkan orang lain untuk berbagi, tentang apapun. Untuk menjadi bunga yang indah tentu saja Kana harus berbagi cerita, supaya tidak menjadi beban, setidaknya Kana tahu bahwa ia tidak sendirian.

Seringkali kita menganggap diri ini kuat menghadapinya sendirian, padahal belum tentu. Kita tetap butuh bantuan orang lain untuk sekedar menemani atau untuk membantu memberikan solusi atas masalah kita. Satu hal pasti yang perlu kita lakukan ialah untuk tetap tumbuh, segimanapun sulitnya keadaan pasti ada satu hal yang akan datang sebagai penawar untuk luka yang telah kita miliki.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

i found my person

Setelah hubungan saya dengan mas r berakhir. Saya kira saya sudah kehilangan semuanya termasuk diri saya, salah satunya kepercayaan saya pada laki-laki, saya sampai pernah ada di titik gak mau menikah dan gak mau menjalin hubungan untuk beberapa waktu. Tetapi saya dipertemukan dengan seseorang yang bisa mematahkan perspektif saya saat itu, pertemuan sederhana karna ketidaksengajaan yang memantik kembali semangat saya untuk kembali dengan diri saya sendiri. Tepatnya dia membantu saya untuk percaya lagi dengan kemampuan diri. Semua saya ceritakan padanya perihal luka saya, rasa sakit saya, trauma saya, dan pembicaraan kami mengalir gitu aja. Dia tulus peduli dengan saya, dia menghargai keputusan saya, dia mendengarkan saya, dia mencoba mengerti sudut pandang saya, dan memperlakukan saya begitu baik. Saya merasa seperti disembuhkan, pun saya menjadi pendengar yg baik buat dia. Kalo kalian pernah denger "a good listener need a good listener too" yap saya menemukan di diri dia....

Perempuan Kuat

Untuk Mba Nita, Perempuan mandiri, kuat, keren, penyayang, tulus. Mba Nita, mungkin kita ga pernah ngobrol sedekat itu, atau aku yang kurang terbuka ya Mba. Maaf ya Mba sebelumnya, Aku hanya gak terbiasa menceritakan hal2 yang berkaitan denganku masalahku ke keluarga. Mba Nita udah aku anggap keluargaku kakakku yang aku sayang, tapi aku gak pernah ngerti cara menyayangi seorang kakak itu seperti apa. Puspa sesayang itu sama Mba Nita, sempat terpikir segala hal yang Mba laluin dan alamin, kalo aku yg ngalamin pasti aku udah nyerah Mba. Tapi Mba Nita keren banget bisa laluin dan terus berusaha buat ikhlas dan jalanin dengan kuat. Aku salutt dan bangga banget sama Mba. Walaupun hubungan aku dan adik Mba gak berjalan lagi, setidaknya ada rasa syukur aku bisa kenal Mba Nita dan belajar banyak juga dari Mba how to being a strong n independent women. Mungkin Mba udah denger cerita-cerita dari adik Mba yah kabar aku sekarang dan anggap saja itu benar adanya, tapi Mba pasti ngerti ada seba...

?

mungkin 1 - 2 tahun yang lalu saya terus bertanya-tanya kenapa semua ini harus terjadi dan kenapa harus saya yang mengalami? kenapa untuk hidup saya harus dipukul segininya? kenapa saya gak bisa punya orang tua yang show off kasih sayang ke anaknya? dan kenapa ayah saya malah melecehkan saya?  lalu, kenapa untuk mendapatkan sesuatu harus menyakiti orang lain dulu? tuhan sayang gak sih sama makhluk ciptaannya? dan satu persatu pertanyaan-pertanyaan itu harus saya jawab (sendiri) entah tuhan yang jengah melihat saya terus bertanya-tanya dan akhirnya saya langsung dihadapkan sendiri dengan peristiwa yang saya pertanyakan. "nih biar lo bisa mikir kenapa silahkan simpulin sendiri" ya, pada akhirnya saya harus menderita, sakit, dipukul, diinjak dulu jika saya menginginkan jawaban.  beliau mungkin mau nunjukkin kalau saya itu kuat atas semua kesakitan yang dia kasih. atau dia mau ngetest saya ya? kalau mau ngetes jangan lama-lama dong tuhan, saya cuma manusia saya bisa capek saya ju...