Setelah hubungan saya dengan mas r berakhir. Saya kira saya sudah kehilangan semuanya termasuk diri saya, salah satunya kepercayaan saya pada laki-laki, saya sampai pernah ada di titik gak mau menikah dan gak mau menjalin hubungan untuk beberapa waktu.
Tetapi saya dipertemukan dengan seseorang yang bisa mematahkan perspektif saya saat itu, pertemuan sederhana karna ketidaksengajaan yang memantik kembali semangat saya untuk kembali dengan diri saya sendiri. Tepatnya dia membantu saya untuk percaya lagi dengan kemampuan diri.
Semua saya ceritakan padanya perihal luka saya, rasa sakit saya, trauma saya, dan pembicaraan kami mengalir gitu aja.
Dia tulus peduli dengan saya, dia menghargai keputusan saya, dia mendengarkan saya, dia mencoba mengerti sudut pandang saya, dan memperlakukan saya begitu baik.
Saya merasa seperti disembuhkan, pun saya menjadi pendengar yg baik buat dia. Kalo kalian pernah denger "a good listener need a good listener too" yap saya menemukan di diri dia.
Ada perasaan yang gak pernah saya rasakan sebelumnya. Saya merasa bukan hanya aman tapi nyaman, hal-hal kecil yang biasa disepelekan oleh sebelum-sebelumnya tapi dengan dia tidak. Dia selalu membuat saya tidak habis pikir, ada manusia berhati besar seperti dirinya. Satu hal yang pasti, dia tidak akan membiarkan saya sendirian sesibuk apapun dirinya.
Saya merasa dirangkul untuk berjalan bersama bukan hanya ditarik untuk berjalan dengan irama dia. Semoga kamu tetap seperti ini terus ya? Jujur saya sangat takut akan kehilangan lagi.
Terima kasih sudah datang dan hadir di hidup saya saat ini dan selanjutnya. Semoga kita bisa terus saling memahami satu sama lain untuk kenyamanan kita diperjalanan nantinya.
~~~~
Saya pernah mengucap doa pada tuhan, setelah saya tidak pernah minta apapun selain kesehatan darinya. Januari 2023 saya meminta "saya hanya ingin dimengerti dan didengar", yap saat itu saya merasa tidak ada satupun orang yang bisa mengerti dan mau mengerti saya, even itu pacar saya sendiri pada saat itu. Sebab saya tidak akan memaksa orang untuk memahami aslinya saya seperti apa.
Selama itu saya hanya diam dan memendam, apa yang saya gak suka dan suka semuanya saya telan sendiri saja. Toh mau cerita juga pasti sudah langsung ditepis. Saya tidak bisa lagi bercerita ketika kamu menyebut saya "beban" π. Semenjak itu saya menahan dan lakukan sendiri hal-hal yang bisa saya selesaikan termasuk kebutuhan dan keinginan saya.
Tapi di pertengahan agustus kemarin, akhirnya tuhan memberikan saya jalan dan jawaban. Salah satunya melepaskan orang yang tidak bisa mengerti dan mendengarkan saya lagi. Entah saya saat itu bingung harus senang atau sedih, tuhan membuka jalan untuk saya mengejar impian saya tanpa ada tembok yang kamu bangun sebelumnya tapi resikonya saya kehilangan kamu.
Saya mencoba mengarahkan pikiran untuk tidak terlalu sedih dan menerima tentang apa yang terjadi saat itu, "yasudah lah hidup harus tetap berjalan, memang bukan dia orangnya" adalah kalimat sakti untuk menenangkan diri.
~~~~
Lalu setelah saya sudah selesai dengan kesedihan akan perpisahan itu, saya dipertemukan oleh orang yang gak pernah saya sangka kalau dia adalah jawaban Tuhan atas doa saya di bulan Januari.
Ternyata saya masih diberikan kesempatan untuk menjalani hidup dengan bahagia dan tenang ya?
Terima kasih, b.
π₯Ίπ’π
BalasHapussemogaa sama yg ini 1jt% lebih bahagia yaaa!