Langsung ke konten utama

Si paling tenang, akhirnya berantakan juga

Apalah arti suatu ikatan jika tetap ada sekat
Aku ingin mencintaimu dengan tepat
Tanpa ada keraguan datang merapat
Aku ingin menyayangimu dengan harkat
Tapi pernyataanmu sungguh hanya membuat kita melambat
Apakah kita bisa kembali untuk melekat?

Akhir-akhir ini aku mencoba untuk tidak membuat diriku menderita dengan keputusanmu. Aku sudah berdamai dari apa yang telah kita lalui, banyak proses yang aku lalui bersamamu, sakit, senang, sedih, bahagia, hingga aku bisa kuat sampai saat ini. Percayalah ketenangan yang kutunjukkan hanya ilusi, aku tidak pernah baik-baik saja. Sangat sulit untukku berdamai dengan keadaan kita saat ini, rasanya aku tidak ingin menerima apa yang saat ini terjadi. Tapi kamu memaksaku untuk menerima segalanya. 

Aku sudah cukup tahu diri, harapan untuk tetap bersamamu akan ku kubur dalam-dalam. Karena kamu sudah tidak ada lagi di rumah yang kita bangun. Aku tidak pernah berpikir kalau perginya kamu untuk melukaiku, justru karna aku yang tidak bisa membuat rumah kita nyaman untuk ditempati. Malah aku bersyukur karena kamu pernah menyayangiku setulus itu. tapi nyatanya rasa sayang tidak akan cukup mempertahankan rumah kita. Yap kita gagal. 

Hanya saja aku sangat senang dalam perjalanan yang telah kita lalui dan kamu yang memperlihatkanku banyak hal tentang cinta, kasih sayang, ketulusan, dan juga rasa sakit. Aku tidak akan pernah membencimu, aku juga tidak pernah marah padamu bukan?, kegagalan ini tidak akan merubah rasa sayangku padamu. 

kita hanyalah dua orang yang gagal, kamu gagal mengerti cara ku mencintaimu, aku gagal mengerti cara kamu ingin dicintai. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

?

mungkin 1 - 2 tahun yang lalu saya terus bertanya-tanya kenapa semua ini harus terjadi dan kenapa harus saya yang mengalami? kenapa untuk hidup saya harus dipukul segininya? kenapa saya gak bisa punya orang tua yang show off kasih sayang ke anaknya? dan kenapa ayah saya malah melecehkan saya?  lalu, kenapa untuk mendapatkan sesuatu harus menyakiti orang lain dulu? tuhan sayang gak sih sama makhluk ciptaannya? dan satu persatu pertanyaan-pertanyaan itu harus saya jawab (sendiri) entah tuhan yang jengah melihat saya terus bertanya-tanya dan akhirnya saya langsung dihadapkan sendiri dengan peristiwa yang saya pertanyakan. "nih biar lo bisa mikir kenapa silahkan simpulin sendiri" ya, pada akhirnya saya harus menderita, sakit, dipukul, diinjak dulu jika saya menginginkan jawaban.  beliau mungkin mau nunjukkin kalau saya itu kuat atas semua kesakitan yang dia kasih. atau dia mau ngetest saya ya? kalau mau ngetes jangan lama-lama dong tuhan, saya cuma manusia saya bisa capek saya ju...

KataKan-A

  Semenjak peristiwa itu, mimpi bagiku hanyalah sebuah khayalan belaka, tidak menarik, membosankan, tidak akan pernah terwujud. Aku menjalani hidup mengikuti arah angin yang membawaku pergi, mungkin bisa dikatakan aku manusia tanpa harapan. Konyol banget. Hari demi hari berpergian tanpa kompas dan tanpa validasi yang cukup, sedikit membuatku mengerti arti hidup yang sebenarnya. Dulu, aku beranggapan manusia hidup tujuannya adalah untuk mati. Aku salah, seiring perjalanan yang sudah aku tempuh sejauh ini, ternyata arti hidup lebih dari itu, beraneka ragam, ada banyak pilihan, kamu cukup memilih 1 atau 2 arti dan kamu dapat hidup bahagia dengan itu. Kamu yang harus memilih, bukan orang tua, bukan teman, bukan saudara, bukan pacar, apalagi abang-abang burger. Mereka hanya berperan sebagai tour guide kamu di dunia, tour guide kamu menjalani kehidupan yang kamu inginkan. Tetap kamu yang harus memilih. Masih banyak perjalanan yang harus ku lakukan. Perjalanan untuk menemukan apa yang a...

23rd

Menjadi dewasa tanpa figure orang tua sangat amat susah dan berat untuk melangkah sendiri, bangun sendiri, jatuh sendiri.   Menurutku dewasa adalah masa di mana kamu harus menerima dan mengikhlaskan segala hal yang tidak sesuai keinginan. Apalagi dunia tidak selamanya baik sama kamu, hal-hal baik gak selamanya kembali ke kamu itu akan baik juga. Just let go kalo gak sesuai harapan kamu, kalau pertanyaan-pertanyaan itu terus di menari-nari di atas kepala, you can’t go anywhere.   Ya I am still learning how to make a better life for me. I am learning from my friends perspective, my partner too, and even from strangers I can learn something about life. Sometimes good and maybe bad, its life right?.   But someone said, “parents its your first school”. Ya mungkin emang di beberapa orang terjadinya seperti itu, but I never get good learning from my first school. Lalu saya gak harus mengikuti hal yang menurut saya itu tidak baik kan?. Because my body is my responsi...