Langsung ke konten utama

surat terakhir

Nanti juga kamu akan paham sendiri tentang orang yang sabar nya sudah selesai, bukan habis, tapi selesai.
Semua selesai bukan karena mauku
Tapi karna sifatmu yang begitu gitu saja
Sekarang sepertinya kata maaf terlalu baik untuk sekedar membuat kita kembali utuh
Sekarang kata maaaf tidak lagi tulus untuk kita
Mari kita dewasakan diri masing-masing
Dengan tidak saling kembali
Dengan hilang dan saling melupakan
Sekarang kamu sudah paham sendiri ketika kamu kehilangan aku
Dan kamu sadar bahwa kita sudah tidak bisa bersama

Nanti kamu juga akan paham sendiri kenapa akhirnya aku memilih pergi
Masih ada hidup yang harus diselamatkan dari sekedar menyenangkan orang lain
Tadinya kukira aku bisa membuat semua orang bahagia disampingku
Tapi ternyata aku hanya sedang membunuh diriku secara perlahan

Dan aku hanya ingin bilang
Nanti di depan jangan pernah sepelekan hal kecil lagi ya
Sebesar-besarnya rasa pun akan hilang karna kecewa
Saat ini mulutku sudah berhenti berbicara
Tapi kamu hanya menyimpulkan sendiri tanpa mengerti jawabanku seperti apa

Suatu hari nanti tanganku akan berhenti merindukanmu
Kelak kamu akan tahu
Tangan siapa yang paling hangat genggamannya

Selamat melanjutkan hari-hari bahagiamu nanti ya
Jangan cari aku lagi
Aku akan hilang dari pandanganmu
Tidak akan kamu temukan aku di tempat biasa
Semua jalanan yang pernah kita lewati
Akan jadi saksi betapa dulu pernah ada telinga yang mendengarkan dengan ramah semua ceritamu tentang hari ini
Semua lukanya akan kubawa sendirian
Kamu hanya perlu jalan terus kedepan
Jangan lihat aku lagi
Karna kamu sudah sangat jauh kuabadikan sebagai kenangan

Semua kata kita
Akan kembali dengan kata aku dan kamu
Dengan keadaan asing dan tidak menyapa
Setidaknya aku pernah bahagia dalam kata kita tadi

Semoga kamu bisa menemukan part aku yg menjadi nyamanmu di orang lain nanti
Dan semoga aku bisa menemukan bagian nyamanku padamu di orang baru nanti

Aku akan selalu mengenang versi terbaikmu dalam hidupku
Dan tentang aku, bisa kau lupakan saja segera
Karena ternyata benar, kecewa paling dalam datangnya dari orang terdekat.

Nanti kamu akan paham jawabanku sebenarnya seperti apa.
Aku pamit ya. Baik baik dalam perjalanan selanjutnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

i found my person

Setelah hubungan saya dengan mas r berakhir. Saya kira saya sudah kehilangan semuanya termasuk diri saya, salah satunya kepercayaan saya pada laki-laki, saya sampai pernah ada di titik gak mau menikah dan gak mau menjalin hubungan untuk beberapa waktu. Tetapi saya dipertemukan dengan seseorang yang bisa mematahkan perspektif saya saat itu, pertemuan sederhana karna ketidaksengajaan yang memantik kembali semangat saya untuk kembali dengan diri saya sendiri. Tepatnya dia membantu saya untuk percaya lagi dengan kemampuan diri. Semua saya ceritakan padanya perihal luka saya, rasa sakit saya, trauma saya, dan pembicaraan kami mengalir gitu aja. Dia tulus peduli dengan saya, dia menghargai keputusan saya, dia mendengarkan saya, dia mencoba mengerti sudut pandang saya, dan memperlakukan saya begitu baik. Saya merasa seperti disembuhkan, pun saya menjadi pendengar yg baik buat dia. Kalo kalian pernah denger "a good listener need a good listener too" yap saya menemukan di diri dia....

Perempuan Kuat

Untuk Mba Nita, Perempuan mandiri, kuat, keren, penyayang, tulus. Mba Nita, mungkin kita ga pernah ngobrol sedekat itu, atau aku yang kurang terbuka ya Mba. Maaf ya Mba sebelumnya, Aku hanya gak terbiasa menceritakan hal2 yang berkaitan denganku masalahku ke keluarga. Mba Nita udah aku anggap keluargaku kakakku yang aku sayang, tapi aku gak pernah ngerti cara menyayangi seorang kakak itu seperti apa. Puspa sesayang itu sama Mba Nita, sempat terpikir segala hal yang Mba laluin dan alamin, kalo aku yg ngalamin pasti aku udah nyerah Mba. Tapi Mba Nita keren banget bisa laluin dan terus berusaha buat ikhlas dan jalanin dengan kuat. Aku salutt dan bangga banget sama Mba. Walaupun hubungan aku dan adik Mba gak berjalan lagi, setidaknya ada rasa syukur aku bisa kenal Mba Nita dan belajar banyak juga dari Mba how to being a strong n independent women. Mungkin Mba udah denger cerita-cerita dari adik Mba yah kabar aku sekarang dan anggap saja itu benar adanya, tapi Mba pasti ngerti ada seba...

?

mungkin 1 - 2 tahun yang lalu saya terus bertanya-tanya kenapa semua ini harus terjadi dan kenapa harus saya yang mengalami? kenapa untuk hidup saya harus dipukul segininya? kenapa saya gak bisa punya orang tua yang show off kasih sayang ke anaknya? dan kenapa ayah saya malah melecehkan saya?  lalu, kenapa untuk mendapatkan sesuatu harus menyakiti orang lain dulu? tuhan sayang gak sih sama makhluk ciptaannya? dan satu persatu pertanyaan-pertanyaan itu harus saya jawab (sendiri) entah tuhan yang jengah melihat saya terus bertanya-tanya dan akhirnya saya langsung dihadapkan sendiri dengan peristiwa yang saya pertanyakan. "nih biar lo bisa mikir kenapa silahkan simpulin sendiri" ya, pada akhirnya saya harus menderita, sakit, dipukul, diinjak dulu jika saya menginginkan jawaban.  beliau mungkin mau nunjukkin kalau saya itu kuat atas semua kesakitan yang dia kasih. atau dia mau ngetest saya ya? kalau mau ngetes jangan lama-lama dong tuhan, saya cuma manusia saya bisa capek saya ju...